Arah dan Tren Topik Publikasi Ilmiah Tahun 2026: Dari AI, Sustainability, hingga Digital Health
- GRC Insight

- 2 days ago
- 4 min read

Dunia publikasi ilmiah terus bergerak dinamis mengikuti kebutuhan masyarakat global dan perkembangan teknologi. Di awal tahun 2026 ini, memahami tren topik publikasi akademik menjadi strategi penting bagi dosen dan peneliti untuk tetap relevan dan berdampak sepanjang tahun. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika pandemi Covid-19 mendominasi literatur ilmiah, kini perhatian dunia telah bergeser ke isu-isu seperti etika kecerdasan buatan, kebijakan keberlanjutan, dan transformasi digital.
Peluncuran Program Riset Prioritas 2026 oleh Kemdiktisaintek pada Oktober 2025 memberikan sinyal kuat tentang arah riset nasional. Dengan alokasi pendanaan lebih dari Rp3 triliun, pemerintah memprioritaskan delapan sektor strategis yakni keamanan, kesehatan, energi, maritim, pertahanan, manufaktur, keadilan sosial, dan digitalisasi industri. Program ini mendorong penelitian berbasis masalah yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan sektor industri.
Berdasarkan analisis publikasi terkini yang terindeks dalam database bereputasi seperti Scopus dan Web of Science, serta kebijakan riset nasional dan global, berikut adalah topik-topik yang mendominasi publikasi ilmiah tahun 2026. Pertama, etika kecerdasan buatan menjadi fokus utama dengan pembahasan tentang regulasi AI, dampak AI generatif terhadap hak cipta dan privasi, serta tanggung jawab dalam penggunaan AI untuk pengambilan keputusan. Kedua, kebijakan keberlanjutan mencakup transisi energi terbarukan, ekonomi sirkular, serta adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang sejalan dengan komitmen global terhadap pembangunan berkelanjutan.
Teknologi pertanian berkelanjutan juga menjadi topik yang banyak diteliti, terutama precision farming, penggunaan IoT dalam monitoring pertanian, dan pengelolaan sumber daya air serta tanah. Di bidang kesehatan, digital health dan telemedicine menjadi tren penting dengan aplikasi AI dalam diagnosis medis, kebijakan data kesehatan digital, dan implementasi sistem kesehatan jarak jauh. Cybersecurity dan data privacy semakin krusial seiring meningkatnya ancaman keamanan di ekosistem IoT dan era big data, termasuk pengembangan kriptografi post-quantum.
Green supply chain management mendapat perhatian besar dengan fokus pada sustainable logistics, penggunaan blockchain untuk ketelusuran rantai pasok, dan pengurangan emisi dalam distribusi produk. Human-centered design dan inklusi digital memastikan teknologi dapat diakses semua kelompok masyarakat, termasuk desain antarmuka inklusif dan akses teknologi untuk kelompok rentan. Artificial General Intelligence dan roadmap pengembangannya menjadi topik strategis terkait prediksi perkembangan AGI, implikasi sosialnya, serta riset keamanan dan kontrolnya.
Blue economy dan pengelolaan sumber daya laut mencakup kebijakan ekonomi kelautan berkelanjutan, teknologi budidaya laut, dan pengelolaan limbah plastik laut. Kebijakan pendidikan digital global juga menjadi fokus penting, terutama terkait pembelajaran jarak jauh hibrida, literasi digital global, dan etika penggunaan AI dalam pendidikan. Topik lainnya yang menjadi tren adalah inovasi dalam kedokteran dan farmasi, teknologi informasi dan ilmu komputer, machine learning, teknik dan engineering, humaniora digital, isu ESG, masalah kemiskinan, manajemen sumber daya manusia, hubungan internasional, bisnis dan manajemen, serta dampak perang dan krisis global.
Mengikuti tren publikasi ilmiah memberikan banyak keuntungan strategis. Publikasi menjadi lebih relevan dan berdampak karena topik yang diteliti sesuai dengan masalah aktual di masyarakat. Akses pendanaan dan dukungan penelitian menjadi lebih mudah karena urgensi topik yang tinggi, sesuai dengan program hibah pemerintah seperti Program Riset Prioritas 2026. Visibilitas dan sitasi publikasi meningkat karena topik yang sedang tren lebih banyak dicari dan dibaca oleh peneliti lain. Hal ini penting bagi dosen di Indonesia mengingat Kepmendiktisaintek Nomor 63 Tahun 2025 mensyaratkan publikasi di jurnal internasional bereputasi dengan skor SJR tertentu untuk kenaikan jabatan ke Profesor.
Kolaborasi lintas bidang dan lintas institusi juga lebih terbuka karena topik-topik kompleks membutuhkan keahlian dari berbagai disiplin ilmu. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan dunia industri agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium tetapi memberi manfaat nyata. Perkembangan karir profesional dosen juga lebih terjaga karena publikasi berkualitas dengan sitasi tinggi mendukung kenaikan jabatan fungsional.
Tren publikasi ilmiah dipengaruhi berbagai faktor yang saling terkait. Kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi menjadi pendorong utama arah penelitian. Prioritas pemerintah dan penyelenggara hibah, seperti yang terlihat dalam Program Riset Prioritas 2026, membentuk fokus riset nasional. Minat publik, perhatian media, peristiwa global, dan kebijakan internasional seperti SDGs dan Green Deal Eropa juga mempengaruhi tren. Pergeseran perilaku konsumen, konvergensi lintas disiplin keilmuan, program pendidikan dan pelatihan penelitian, serta tinjauan penelitian terdahulu turut menciptakan peluang riset baru.
Bagi peneliti yang bidang kepakarannya tidak masuk dalam tren utama, ada dua strategi yang bisa diambil. Pertama, tetap fokus dan konsisten pada bidang keilmuan yang dikuasai karena keahlian spesifik tetap memiliki nilai akademik tinggi. Kedua, mencari peluang kolaborasi dengan peneliti dari bidang lain yang sedang tren, misalnya ahli linguistik berkolaborasi dengan ahli AI untuk computational linguistics, atau ahli pertanian bekerja sama dengan teknolog untuk mengintegrasikan IoT dalam monitoring pertanian.
Dengan memahami tren topik publikasi 2026 ini, dosen dan peneliti dapat memposisikan penelitian mereka dalam konteks yang lebih luas dan relevan. Program Riset Prioritas 2026 dengan tiga pilar utama yakni Bina Talenta, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, serta Hilirisasi Riset, memberikan kerangka kerja yang jelas untuk mengembangkan penelitian berkualitas dan berdampak. Pada akhirnya, penelitian yang baik bukan hanya berkualitas secara metodologis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.
Referensi:
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2025). Kemdiktisaintek Luncurkan Program Riset Prioritas 2026: Dorong Kolaborasi dan Inovasi Nasional. https://kemdiktisaintek.go.id/news/article/kemdiktisaintek-luncurkan-program-riset-prioritas2026-dorong-kolaborasi-dan-inovasi-nasional
Aziz, Ahmad. (2025). 9 Arti Penting Update dan Mengikuti Tren Publikasi Akademik. Duniadosen.com. https://duniadosen.com/tren-publikasi-akademik/
Science Publisher Company. (n.d). Major trends of scientific publications in 2025-2026. Diakses dari situs resmi Science Publisher Company. https://science-publisher.org/major-trends-of-scientific-publications-in-2025-2026/
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2025). Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor 63/M/KEP/2025 Tentang Petunjuk Teknis Layanan Pembinaan dan Pengembangan Profesi dan Karir Dosen.
Biro Publikasi, Jurnal Ilmiah dan Informasi Digital Universitas Medan Area. (2025). Prediksi Tren Topik Publikasi 2026: Dari AI Etika hingga Sustainability Policy. https://bpjiid.uma.ac.id/2025/07/25/prediksi-tren-topik-publikasi-2026-dari-ai-etika-hingga-sustainability-policy/


